Pengertian, Hukum, Syarat dan Rukun Wakaf

Pengertian, Hukum, Syarat dan Rukun Wakaf

Pengertian wakaf secara bahasa, istilah “wakaf” berasal dari kata waqf, yang bisa bermakna habs (menahan). Istilah waqf sendiri diturunkan dari kata waqafa-yaqifu-yaqfan artinya sama dengan habasa-yahbisu-habsan (menahan).

Dalam Syariat wakaf bermakna menahan pokok dan mendermakan buah. atau, dengan kata lain, menahan harta dan mengalirkan manfaat manfaatnya di jalan Allah. Itulah pengertian wakaf secara bahasa dan syariat.

Ulama sepakat bahwa wakaf merupakan ibadah yang dianjurkan syariat. Sebelum ijma’ (konsensus ulama), terdapat banyak dalil yang menjelaskan pensyariatan dan keutamaan wakaf.

Di antaranya firman Allah SWT :

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya” (QS Ali Imran: 92).

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Apabila manusia mati, maka terputuslah (pahala) amalnya, kecuali dari perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim).

Pengertian Wakaf

Imam An Nawawi di dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan apa yang dimaksud sedekah jariyah pada hadist diatas

“Yang dimaksud dengan sedekah jariyah adalah wakaf. Sedangkan yang dimaksud dengan wakaf adalah menahan harta dan membagikan (memanfaatkan) hasilnya.”

Hukum Wakaf

Jumhur ulama semuanya sependapat bahwa waqaf adalah bagian dari sedekah yang hukumnya disunnahkan di dalam syariat Islam.

Hukum Wakaf di Dalam Al Qur’an

Secara umum kita sebagai muslim telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk mensedekahkan sebagian dari harta yang kita punya, sebagaimana firman Allah SWT :

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran : 92)

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah  sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.(QS. Al-Baqarah : 267)

Hukum Wakaf di Dalam Al Hadist

Hadist 1

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulllah SAW telah bersabda,

“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal : shaqadah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Hadist 2

Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Umar bin al-Khattab mendapat sebidang tanah di khaibar. Beliau mendatangi Rasulullah SAW meminta pendapat beliau,

“Ya Rasulallah, aku mendapatkan sebidang tanah di Khaibar yang belum pernah aku dapat harta lebih berharga dari itu sebelumnya. Lalu apa yang anda perintahkan untukku dalam masalah harta ini?”.

Maka Rasulullah SAW berkata,

“Bila kamu mau, bisa kamu tahan pokoknya dan kamu bersedekah dengan hasil panennya. Namun dengan syarat jangan dijual pokoknya (tanahnya), jangan dihibahkan, jangan diwariskan”.

Maka Umar ra bersedekah dengan hasilnya kepada fuqara, dzawil qurba, para budak, ibnu sabil juga para tetamu. Tidak mengapa bila orang yang mengurusnya untuk memakan hasilnya atau memberi kepada temannya secara makruf, namun tidak boleh dibisniskan (HR. Muttafaq’alaihi)

Hadist 3

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu berkata,“Aku tidak mengenal seorang shahabat pun yang memiliki harta dari muhajirin dan anshar kecuali menahan (mewakafkan) hartanya untuk sedekah yang abadi, dengan tidak dijual selamanya, tidak dihibahkan dan tidak diwariskan.” (HR. Al Khashshaf)

Rukun Wakaf

Sebuah ibadah waqaf memiliki rukun yang menjadi kerangka dasar agar hukumnya menjadi sah dan diterima Allah SWT. Menurut jumhur ulama, di antaranya Al-Malikiyah, Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah, ada empat hal yang menjadi rukun wakaf, yaitu adanya shighat atau ikrar atas wakaf, adanya pemilik harta yang mewakafkan harta miliknya, adanya harta yang diwakafkan, adanya pihak yang diserahkan kepadanya harta wakaf itu.

Sedangkan Al-Hanafiyah mengatakan bahwa rukun wakaf itu hanya satu saja, yaitu shighah atau ikrar atas wakaf.

Syarat Orang Yang Mewakafkan Harta

Wakaf adalah sebuah bentuk ibadah yang bersifat taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah, sehingga
agar wakaf itu menjadi sah hukumnya, pelakunya harus memenuhi ketentuan sebagai orang yang layak untuk beribadah, antara lain :

  • Muslim
  • Akil dan Baligh
  • Merdeka
  • Tidak Terpaksa

 

Leave a Reply